Belajar Cara Praktik MikroTik PCC Load Balancing 2 ISP Router OsV7

Praktik MikroTik PCC Load Balancing 2 ISP

Tujuan

Kita menggunakan dua sumber internet:

ISP 1
↓
ether1
↓
MikroTik
↓
ether2
↓
Laptop / Client

ISP 2 dari HP USB Tethering
↓
lte1
↓
MikroTik

IP LAN MikroTik:

10.10.10.1/24

Konsep yang digunakan adalah:

PCC (Per Connection Classifier) Load Balancing

Artinya MikroTik membagi connection ke ISP 1 dan ISP 2.


STEP 1: Reset konfigurasi MikroTik

Karena sebelumnya MikroTik masih berisi konfigurasi Hotspot Voucher, kita mulai dari kondisi kosong.

Masuk:

System → Reset Configuration

Pilih:

Remove Configuration

Kemudian reset.


STEP 2: Konfigurasi ISP 1

ISP utama dihubungkan ke:

ether1

Masuk:

IP → DHCP Client

Tambahkan DHCP Client:

Interface: ether1

Setelah berhasil, MikroTik mendapatkan IP otomatis dari ISP.

Pada praktik kita, MikroTik mendapatkan IP:

192.168.18.212/24

Gateway ISP:

192.168.18.1

STEP 3: Konfigurasi LAN

Laptop/client menggunakan:

ether2

Masuk:

IP → Addresses

Tambahkan:

Address: 10.10.10.1/24
Interface: ether2

Hasilnya:

MikroTik
ether2
10.10.10.1
    │
    │
Laptop
10.10.10.x

STEP 4: Konfigurasi DHCP Server untuk Laptop

Masuk:

IP → DHCP Server

Jalankan DHCP Setup.

Pilih:

Interface: ether2

Network:

10.10.10.0/24

Gateway:

10.10.10.1

Dengan begitu laptop otomatis mendapatkan IP.


STEP 5: NAT ISP 1

Agar client bisa keluar ke internet melalui ISP 1.

Masuk:

IP → Firewall → NAT

Buat rule:

General

Chain: srcnat
Out. Interface: ether1

Action

Action: masquerade

STEP 6: Menambahkan ISP 2 dari HP

HP dihubungkan ke MikroTik menggunakan kabel USB.

Aktifkan:

USB Tethering

MikroTik kemudian mendeteksi interface:

lte1

Ini bukan interface yang kita buat sendiri. Interface tersebut otomatis muncul karena MikroTik mendeteksi HP sebagai perangkat jaringan.

Pada praktik kita, MikroTik mendapatkan IP:

10.88.253.147/24

Gateway:

10.88.253.91

Jadi:

HP / Internet
       │
       │ USB
       ↓
      lte1
       │
    MikroTik

STEP 7: NAT untuk ISP 2

Masuk:

IP → Firewall → NAT

Buat rule baru.

General

Chain: srcnat
Out. Interface: lte1

Action

Action: masquerade

Sekarang kita punya dua NAT:

NAT ISP 1 → ether1
NAT ISP 2 → lte1

STEP 8: Membuat Routing Table

Sekarang kita buat jalur khusus untuk masing-masing ISP.

Masuk:

Routing → Tables

Tambahkan:

Routing Table ISP 1

Name: to_ISP1
FIB: ✓

Routing Table ISP 2

Name: to_ISP2
FIB: ✓

Sekarang MikroTik punya:

main
to_ISP1
to_ISP2

STEP 9: Membuat Route untuk ISP 1

Masuk ke daftar Route.

Buat:

Dst. Address: 0.0.0.0/0
Gateway: 192.168.18.1
Routing Table: to_ISP1

Artinya:

Semua trafik yang diberi tanda to_ISP1 keluar melalui ISP 1.


STEP 10: Membuat Route untuk ISP 2

Buat route:

Dst. Address: 0.0.0.0/0
Gateway: 10.88.253.91
Routing Table: to_ISP2

Artinya:

Semua trafik yang diberi tanda to_ISP2 keluar melalui ISP 2.


STEP 11: Membuat PCC di Mangle

Masuk:

IP → Firewall → Mangle

Di sinilah inti PCC-nya.

Rule 1: PCC untuk ISP 1

General

Chain: prerouting
In. Interface: ether2

Advanced

Connection Mark: no-mark

Per Connection Classifier

Both Addresses and Ports: 2/0

Action

Action: mark connection
New Connection Mark: ISP1_conn
Passthrough: yes

Artinya sebagian connection diarahkan menjadi:

ISP1_conn

STEP 12: PCC untuk ISP 2

Buat rule kedua.

General

Chain: prerouting
In. Interface: ether2

Advanced

Connection Mark: no-mark

Per Connection Classifier

Both Addresses and Ports: 2/1

Action

Action: mark connection
New Connection Mark: ISP2_conn
Passthrough: yes

Sekarang konsepnya:

Connection dari Laptop
        │
        ▼
       PCC
      /   \
     /     \
2/0         2/1
 │           │
 ▼           ▼
ISP1_conn   ISP2_conn

STEP 13: Memberikan Routing Mark ISP 1

Sekarang connection yang sudah diberi tanda ISP 1 harus diarahkan ke routing table ISP 1.

Buat rule Mangle:

General

Chain: prerouting
In. Interface: ether2
Connection Mark: ISP1_conn

Action

Action: mark routing
New Routing Mark: to_ISP1
Passthrough: yes

STEP 14: Memberikan Routing Mark ISP 2

Buat rule berikutnya.

General

Chain: prerouting
In. Interface: ether2
Connection Mark: ISP2_conn

Action

Action: mark routing
New Routing Mark: to_ISP2
Passthrough: yes

Gambaran Lengkap Cara PCC Bekerja

Setelah semuanya selesai:

Laptop
  │
  ▼
ether2
  │
  ▼
Mangle PCC
  │
  ├──────────────┐
  │              │
  ▼              ▼
ISP1_conn      ISP2_conn
  │              │
  ▼              ▼
to_ISP1       to_ISP2
  │              │
  ▼              ▼
ether1          lte1
  │              │
  ▼              ▼
ISP Rumah       HP Internet

Jadi MikroTik melakukan proses:

Connection datang
        ↓
PCC menentukan kelompok
        ↓
Connection diberi tanda
        ↓
Routing mengikuti tanda
        ↓
Keluar melalui ISP yang sesuai

Hasil Tes

Pada praktik kita:

ISP rumah

Kurang lebih:

±50 Mbps

Internet HP

Saat dites langsung dari HP, bahkan mencapai:

181 Mbps download
35,7 Mbps upload

Sedangkan ketika laptop menggunakan konfigurasi PCC, Speedtest sebelumnya mendapatkan:

Download: 119,08 Mbps
Upload: 51,54 Mbps

Namun angka tersebut belum otomatis membuktikan bahwa bandwidth 50 Mbps + 181 Mbps digabung secara penuh.

Karena PCC bekerja dengan:

membagi connection

bukan mengubah dua ISP menjadi satu koneksi fisik virtual.


Perbedaan PCC dan Bonding

PCC

ISP 1 ──┐
        ├── MikroTik
ISP 2 ──┘

Connection dibagi ke dua ISP.

Misalnya:

Connection A → ISP 1
Connection B → ISP 2
Connection C → ISP 1
Connection D → ISP 2

Kalau ada banyak connection, kedua bandwidth bisa dimanfaatkan bersama.


Bonding

Bonding adalah konsep berbeda.

Secara sederhana:

ISP 1 ──┐
        ├── menjadi satu link logis
ISP 2 ──┘

PCC bukan true bonding.

Jadi jangan mengharapkan satu download dengan satu connection otomatis:

50 Mbps + 181 Mbps = 231 Mbps

Karena PCC tidak bekerja seperti itu.


Cara Membaca TX dan RX

Ini penting banget.

Aturan utama

TX = Transmit = keluar dari interface
RX = Receive = masuk ke interface

Jangan menghafal:

TX = upload
RX = download

karena itu tergantung interface yang sedang dilihat.

Pada WAN

Misalnya:

Internet
   ↓
  RX
lte1
   ↓
MikroTik

Maka:

RX WAN = download dari internet
TX WAN = upload ke internet

Pada LAN

Misalnya laptop sedang download:

Internet
   ↓
MikroTik
   ↓
TX ether2
   ↓
Laptop

Jadi:

TX ether2 = download menuju laptop
RX ether2 = upload dari laptop

Patokan paling aman tetap:

TX = keluar dari interface yang sedang kita lihat.
RX = masuk ke interface yang sedang kita lihat.


Konfigurasi Final yang Sudah Kita Punya

Kurang lebih sekarang:

WAN 1
Interface: ether1
IP: DHCP dari ISP
Gateway: 192.168.18.1
NAT: masquerade
Routing Table: to_ISP1

WAN 2
Interface: lte1
IP: DHCP dari HP
Gateway: 10.88.253.91
NAT: masquerade
Routing Table: to_ISP2

LAN
Interface: ether2
IP: 10.10.10.1/24
DHCP Server: aktif

PCC
2/0 → ISP1_conn
2/1 → ISP2_conn

Routing Mark
ISP1_conn → to_ISP1
ISP2_conn → to_ISP2

STEP TERAKHIR: Backup Konfigurasi

Sekarang simpan konfigurasi final.

Di Terminal:

/system backup save name=pcc-loadbalance-final

Lalu export juga:

/export file=pcc-loadbalance-final

Nanti di Files akan ada:

pcc-loadbalance-final.backup
pcc-loadbalance-final.rsc

Jadi praktik PCC Load Balancing 2 ISP ini bisa dianggap selesai dari sisi konfigurasi dasar. Yang tersisa hanya tahap eksperimen lanjutan, misalnya melihat pembagian trafik secara real-time, mencoba rasio 3/0, 3/1, 3/2 kalau bandwidth ISP tidak seimbang, atau nanti membandingkan PCC dengan ECMP dan Failover.

Dan menurut gue, langkah paling bagus setelah ini memang jangan langsung lompat ke konfigurasi baru dulu. Simpan backup, karena konfigurasi yang baru selesai ini sudah jadi bahan latihan yang bisa lu bongkar pasang lagi tanpa takut mulai dari neraka konfigurasi kosong.

Hubungan tiap-tiap jalur dan istilahnya

Nah, ini justru bagian paling penting dari praktik tadi. Kalau lu cuma bisa bikin rule tapi nggak ngerti hubungan antara Routing Table → PCC → Connection Mark → Routing Mark, nanti jatuhnya cuma jadi tukang copas konfigurasi MikroTik. Sayang banget, padahal lu sudah sampai sini.

Gue jelasin pelan-pelan pakai satu alur utuh.


Gambaran besarnya dulu

Kita punya dua internet:

                ISP 1
                  │
                ether1
                  │
                  ▼
Laptop ── ether2 ── MikroTik
                  │
                  ▼
                 lte1
                  │
                ISP 2

Masalahnya:

Kalau sebuah connection dari laptop datang, MikroTik harus memutuskan:
"Lu keluar lewat ISP 1 atau ISP 2?"

Nah, PCC adalah mekanisme yang membantu membuat keputusan itu.

Alurnya:

Connection dari Laptop
        │
        ▼
PCC
        │
        ├── Kelompok 1 → ISP1_conn
        │                    │
        │                    ▼
        │                 to_ISP1
        │                    │
        │                    ▼
        │                 ether1
        │
        └── Kelompok 2 → ISP2_conn
                             │
                             ▼
                          to_ISP2
                             │
                             ▼
                            lte1

Sekarang kita bedah satu-satu.


1. Routing Table itu apa?

Sebelum PCC, lu sebenarnya sudah memakai routing table tanpa sadar.

Router punya tabel bawaan:

main

Di dalamnya ada informasi seperti:

Kalau mau ke internet
↓
lewat gateway 192.168.18.1

atau:

Kalau mau ke internet
↓
lewat gateway 10.88.253.91

Analogi gampangnya

Bayangkan MikroTik adalah sebuah kantor ekspedisi.

Ada dua jalan keluar:

Jalan A → ISP 1
Jalan B → ISP 2

Kalau cuma ada satu daftar petunjuk jalan:

MAIN

MikroTik bisa bilang:

"Semua paket cek jalan dari daftar ini."

Masalahnya, kita ingin PCC bisa mengatakan:

Paket kelompok ISP1
→ lihat petunjuk jalan khusus ISP1

Paket kelompok ISP2
→ lihat petunjuk jalan khusus ISP2

Makanya kita bikin:

main
to_ISP1
to_ISP2

2. Kenapa kita bikin to_ISP1 dan to_ISP2?

Karena kita ingin punya dua daftar petunjuk jalan yang berbeda.

to_ISP1

Isinya:

0.0.0.0/0
↓
192.168.18.1

Artinya:

Kalau sebuah paket disuruh memakai table to_ISP1, semua tujuan internet keluar lewat gateway ISP 1.

to_ISP2

Isinya:

0.0.0.0/0
↓
10.88.253.91

Artinya:

Kalau sebuah paket memakai table to_ISP2, keluar lewat ISP 2.

Jadi sederhananya:

Routing Table
      ↓
Menentukan
      ↓
Jalur keluar

3. Connection itu apa?

Ini penting.

Misalnya laptop lu membuka:

youtube.com

Laptop membuat sebuah hubungan komunikasi.

Secara sederhana:

Laptop
   ↔
YouTube

Itulah yang kita sebut connection.

Kemudian lu buka:

google.com

Bisa muncul connection lain.

Lu buka:

speedtest.net

Muncul lagi banyak connection.

Jadi kira-kira:

Laptop
 ├── Connection A → YouTube
 ├── Connection B → Google
 ├── Connection C → TikTok
 ├── Connection D → Speedtest
 └── Connection E → Shopee

PCC bekerja dengan cara membagi connection-connection ini.


4. Connection Mark itu apa?

Connection Mark itu sebenarnya cuma label.

Contoh:

Connection A
↓
diberi label
ISP1_conn

Connection lain:

Connection B
↓
diberi label
ISP2_conn

MikroTik sekarang tahu:

Connection A = kelompok ISP 1
Connection B = kelompok ISP 2

Bayangkan petugas sortir barang memberi stiker.

📦 Paket A → Stiker MERAH
📦 Paket B → Stiker BIRU

Di MikroTik:

Connection A → ISP1_conn
Connection B → ISP2_conn

Connection Mark belum menentukan jalur.

Ini penting banget.

Dia cuma bilang:

"Oke, connection ini masuk kelompok ISP 1."

Belum bilang:

"Keluar lewat ether1."

Itu baru dilakukan oleh tahap berikutnya.


5. Nah, PCC itu apa?

PCC adalah:

Per Connection Classifier

Bahasa manusia:

Sistem untuk mengelompokkan connection.

Nah, kita memakai:

Both Addresses and Ports: 2/0

dan:

Both Addresses and Ports: 2/1

Ini memang kelihatan kayak mantra pemanggil setan RouterOS pertama kali lihat. Tapi sebenarnya logikanya cukup sederhana.


6. Both Addresses and Ports itu apa?

Ketika sebuah connection datang, MikroTik bisa melihat beberapa informasi.

Misalnya:

Source Address
Destination Address
Source Port
Destination Port

Contoh sederhana:

Laptop
IP: 10.10.10.2
Port: 50000

↓ konek ke ↓

Server
IP: 142.xxx.xxx.xxx
Port: 443

PCC Both Addresses and Ports menggunakan kombinasi:

IP sumber
+
IP tujuan
+
Port sumber
+
Port tujuan

untuk menentukan connection ini masuk kelompok mana.

Kenapa pakai semuanya?

Supaya banyak connection dari client bisa tersebar ke dua ISP.


7. Lalu angka 2/0 itu apa?

Ini inti PCC kita.

Format sederhananya:

Jumlah kelompok / Nomor kelompok

Jadi:

2/0

berarti:

Total kelompok = 2

Ambil kelompok nomor = 0

Sedangkan:

2/1

berarti:

Total kelompok = 2

Ambil kelompok nomor = 1

Karena kita punya dua ISP:

Kelompok 0 → ISP 1
Kelompok 1 → ISP 2

Jadi:

2/0 → ISP1_conn
2/1 → ISP2_conn

Secara visual:

Semua Connection
        │
        ▼
      PCC
        │
   ┌────┴────┐
   │         │
Kelompok 0 Kelompok 1
   │         │
   ▼         ▼
ISP1_conn  ISP2_conn

8. Kenapa harus ada dua rule?

Karena:

2/0

hanya menangkap kelompok pertama.

Sedangkan:

2/1

menangkap kelompok kedua.

Jadi:

Rule pertama

both-addresses-and-ports:2/0
↓
mark connection
↓
ISP1_conn

Rule kedua

both-addresses-and-ports:2/1
↓
mark connection
↓
ISP2_conn

Keduanya bersama-sama membagi semua connection.


9. Contoh nyata

Misalnya laptop membuka 6 connection.

PCC melakukan perhitungan terhadap masing-masing connection.

Hasilnya kira-kira:

Connection 1 → kelompok 0 → ISP1_conn
Connection 2 → kelompok 1 → ISP2_conn
Connection 3 → kelompok 0 → ISP1_conn
Connection 4 → kelompok 1 → ISP2_conn
Connection 5 → kelompok 1 → ISP2_conn
Connection 6 → kelompok 0 → ISP1_conn

Bukan berarti harus selalu:

1 → ISP1
2 → ISP2
3 → ISP1
4 → ISP2

seperti sistem gantian.

PCC melakukan perhitungan berdasarkan informasi connection.

Makanya pembagiannya berusaha seimbang, tetapi tidak berarti setiap detik bandwidth dibelah 50:50.


10. Setelah Connection Mark, lalu apa?

Nah sekarang MikroTik sudah punya:

Connection A = ISP1_conn
Connection B = ISP2_conn

Tetapi MikroTik masih belum tahu:

"ISP1_conn ini harus keluar lewat mana?"

Makanya kita bikin Routing Mark.


11. Routing Mark itu apa?

Routing Mark adalah instruksi:

Connection dengan label tertentu
↓
gunakan Routing Table tertentu

Contohnya:

ISP1_conn
↓
mark-routing
↓
to_ISP1

Artinya:

Kalau paket berasal dari connection yang diberi label ISP1_conn, gunakan routing table to_ISP1.

Dan:

ISP2_conn
↓
mark-routing
↓
to_ISP2

Jadi sekarang alurnya lengkap.


12. Hubungan semuanya

Ini yang paling penting untuk lu pahami:

1. Laptop membuat connection
          │
          ▼
2. PCC memeriksa connection
   Both Addresses and Ports
          │
          ▼
3. Connection dibagi

   2/0                 2/1
    │                   │
    ▼                   ▼
ISP1_conn            ISP2_conn
    │                   │
    ▼                   ▼
4. Routing Mark

to_ISP1              to_ISP2
    │                   │
    ▼                   ▼
5. Routing Table

to_ISP1              to_ISP2
    │                   │
    ▼                   ▼
192.168.18.1         10.88.253.91
    │                   │
    ▼                   ▼
ether1               lte1
    │                   │
    ▼                   ▼
ISP 1                ISP 2

Kalau disederhanakan banget:

PCC
= memilih kelompok

Connection Mark
= memberi nama kelompok

Routing Mark
= memilih daftar jalan

Routing Table
= daftar jalan

Route/Gateway
= jalan keluar sebenarnya

Analogi terakhir biar nempel

Bayangkan lu punya dua jasa pengiriman.

JNE
J&T

Ada banyak paket masuk.

PCC

Petugas membagi paket:

Paket A → kelompok 0
Paket B → kelompok 1

Connection Mark

Dikasih stiker:

Kelompok 0 → "JNE"
Kelompok 1 → "J&T"

Routing Mark

Petugas membaca stikernya:

"JNE" → gunakan jalur pengiriman JNE
"J&T" → gunakan jalur pengiriman J&T

Routing Table

Daftar jalurnya:

JNE → pintu keluar A
J&T → pintu keluar B

Route

Akhirnya paket benar-benar keluar lewat pintu:

Pintu A → ISP 1
Pintu B → ISP 2

Jadi urutan besarnya cukup lu hafal begini:

PCC membagi → Connection Mark memberi label → Routing Mark memilih tabel → Routing Table menentukan gateway → Gateway mengirim paket keluar lewat ISP.

Itu sebenarnya jantung dari konfigurasi PCC yang barusan lu praktikkan. Begitu rantai ini kebayang, rule-rule Mangle tadi nggak lagi cuma kumpulan dropdown yang lu klik sambil berharap dewa jaringan sedang baik hati.

Share: